IndeksPortalCalendarFAQPencarianPendaftaranAnggotaGroupLoginHack Tutorial

Share | 
 

 SEDIKIT SEJARAH TENTANG KOTA CIANJUR

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
AXDV00
ADMINISTRATOR
ADMINISTRATOR


Male
Jumlah posting : 320
Age : 31
Lokasi : c:/program files/puncak/city of evil
Job/hobbies : molototan monitor
Humor : wakakakaka..... kicked
mig33 id : sand.king
Registration date : 17.01.08

PostSubyek: SEDIKIT SEJARAH TENTANG KOTA CIANJUR   Mon Nov 30, 2009 1:21 am

Pada masa-masa terakhir kekuasaan Mataram, di Wilayah Priangan Barat
lahir sebuah Wilayah Politik baru yang bernama Padaleman Cianjur dengan
pusat pemerintahan di Cikundul. Sepeningal Dalem Pertama Aria Wira Tanu
atau pada masa pemerintahan Aria Wira Tanu II, Cianjur menjadi sebuah
Kabupaten. Hal ini ditandai dengan adanya pengakuan VOC terhadap
keberadaan Aria Wira Tanu II sebagai Regent (Bupati) Cianjur pada tahun
1691. Aria Wira Tanu II menjadi Bupati Cianjur sampai tahun 1707. Aria
Wiratanu II juga dapat dikatakan sebagai Bupati Cianjur pertama yang
mendapat pengakuan VOC.


Pada awal berdirinya Ibukota Kabupaten Cianjur berada di Pamoyanan
dan berlangsung relatif singkat. Pada masa pemerintahan Aria Wira Tanu
III yang menjabat sebagai Bupati Cianjur dari tahun 1707-1726, Ibukota
Kabupaten Cianjur pindah ke kampung Cianjur. Melalui tangan Aria Wira
Tanu III inilah, Kampung Cianjur mengalami penataan sampai berhasil
dikembangkan menjadi sebuah nagri yang layak menyandang sebutan Ibukota
Kabupaten.

Atas perannya ini Aria Wira Tanu III dikenal sebagai pendiri
Kabupaten Cianjur. Keberhasilan lainnya adalah menjadikan Cianjur
sebagai sentra produsen kopi di Wilayah Priangan. Atas keberhasilannya
ini juga, VOC memberi hadiah dalam bentuk Wilayah Politik kepada Bupati
Cianjur ini. Hal ini terjadi untuk pertama kalinya pada masa
pemerintahan Gubernur Jenderal Van Swoll, yang memerintah antara tahun
1713 sampai 1718. Daerah yang diberikan Van Swoll kepada Bupati Cianjur
adalah Distrik Jampang yang terletak dibagian Timur Cianjur Selatan.

Saat itu Distrik Jampang diperkirakan telah dihuni oleh 300 Kepala
Keluarga (huisgezinen). Pada masa Aria Wira Tanu IV memerintah antara
tahun 17271761, Cianjur mengalami perluasan kembali dengan masuknya
Wilayah Cibalagung serta Cikalong kedalam Wilayah Cianjur. Setelah
kedatangan Daendels, Cianjur setidaknya mengalami tiga kali penataan
wilayah.


Selain berupa penataan wilayah, pengaruh kehadiran Daendels di
Cianjur juga dirasakan dalam bentuk pembangunan infrastruktur seperti
halnya jalan raya. Pada tahun 1808, dibangun sebuah Jalan Raya Pos
(Grote Postweg) yang menghubungkan ujung Barat dan ujung Timur Pulau
Jawa. Dengan masuknya Cianjur sebagai wilayah yang dilalui Jalan Raya
Pos ini, maka untuk Jawa bagian Barat, pembangunan jalan ini antara
lain melalui Batavia-Buitenzorg-Puncak-Cianjur-Bandung-Sumedang.
Disamping jalan dibangun pula jembatan, salah satu diantaranya adalah
jembatan yang melintasi Sungai Cisokan. Beralihnya kekuasaan dari
pemerintah Kolonial Belanda kepada Inggris pada Tahun 1811, dalam waktu
relatif singkat kembali membawa pengaruh terhadap keberadaan Wilayah
Cianjur.


Munculnya Cianjur sebagai sebuah Wilayah Politik memiliki
keterkaitan erat dengan terjadinya perpindahan kesatuan masyarakat atau
cacah keturunan Aria Wangsa Goparana dari daerah Sagaraherang ke
wilayah-wilayah di sepanjang aliran sungai yang ada di Cianjur seperti
Cibalagung, Cirata dan Sungai Cijagang atau Cikundul.

Sebagaimana penduduk Priangan lainnya, penduduk Cianjur memiliki
latar belakang Etnis Sunda. Pada umumnya masyarakat Sunda memiliki mata
pencaharian utama bertani. Ada tiga tanaman yang berpengaruh terhadap
kehidupan sosial ekonomi masyarakat Cianjur, yaitu kapas, tarum dan
kopi.

Sejak dasawarsa pertama abad ke-19, Cianjur sudah tidak hanya
didiami penduduk pribumi semata tetapi juga sudah didiami penduduk
golongan lain. Khususnya golongan Eropa dan Cina yang secara tidak
langsung memperlihatkan posisi penting di Cianjur secara ekonomis.


Disamping Padaleman Cikundul, saat itu di Cianjur dikenal beberapa
padaleman lain, seperti Padaleman Cipamingkis, Cimapag, Cikalong,
Cibalagung dan Cihea. Yaitu pada saat Cianjur dipimpin oleh Raden Aria
Wira Tanu Datar IV yang terkenal sebagai Bupati yang taat dalam
menjalankan agama. Bupati ini juga memiliki perhatian besar terhadap
perkembangan seni budaya, khususnya seni bela diri Pencak Silat.





_____________________________________________




Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://cianjur33.forumotion.com
 
SEDIKIT SEJARAH TENTANG KOTA CIANJUR
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1
 Similar topics
-
» SEDIKIT INFO TENTANG BELOK......
» JUAL LAHAN PERKEBUNAN DAN PERIKANAN DI PERBATASAN CIPANAS CIANJUR (TAPAL KUDA)
» Fakta Mengerikan Tentang bumi
» Tentang ide saya ~ mohon saran ~
» sedikit tentang Final Fantasy

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
 :: " ALL ABOUT CIANJUR ' :: " NEWS CIANJUR "-
Navigasi: